Suku Bunga AS Tetap Bikin Harga Emas Berkilau

Suku bunga AS tetap bikin harga emas berkilau

Harga emas dunia naik 2 persen menjadi US$ 1.260 per ounce, seusai Federal Reserve (The Fed) mengindikasikan jika perekonomian Amerika Serikat terus dibayangi risiko kondisi ekonomi global yang tidak menentu, yang bisa menekan dolar.

Harga emas di pasar spot melonjak 2,3 persen menjadi US$ 1.260,61 per ounce, setelah diperdagangkan turun 0,4 persen menjadi US$ 1.226,87 per ounce. Sementara harga emas berjangka AS untuk pengiriman April turun 0,1 persen menjadi US$ 1.229,80 per ounce, melansir laman Reuters, Kamis (17/3/2016).

Bank sentral AS memutuskan untuk mempertahankan suku bunganya, usai menggelar pertemuan selama dua hari. Ini sesuai dengan harapan. Namun, proyeksi dari pembuat kebijakan ini juga menunjukkan jika mereka mengharapkan kenaikan suku bunga hingga seperempat poin pada akhir tahun ini.

Alhasil, nilai tukar dolar berbalik lebih rendah setelah pernyataan itu. Mata uang ini jatuh 0,6 persen terhadap sekeranjang mata uang utama, dan menjadi sumber dukungan untuk logam mulia.

Volatilitas dalam ekuitas dan harga minyak, data ekonomi campuran, dan kekhawatiran atas pertumbuhan global telah menahan harapan untuk kenaikan lebih lanjut, sehingga emas naik lebih dari 17 persen tahun ini.

“Rata-rata penurunan mencapai 50 basis poin untuk 2016 dan 2017 dikombinasikan dengan komentar defensif. Ketakutan soal ‘risiko global’ membuat harga emas melonjak setelah dua tahun menurun dan dolar berada di bawah tekanan berat,” kata Tai Wong, Direktur Perdagangan Logam Mulia BMO Capital Markets di New York.

The Fed memang telah diperkirakan untuk mempertahankan suku bunga jangka pendeknya tidak berubah. Kenaikan suku bunga pun tidak terlalu jauh asalkan kondisi pasar kerja dan inflasi terus meningkat.

Liputan6

3 tanggapan untuk “Suku Bunga AS Tetap Bikin Harga Emas Berkilau”

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *